Jumat, 12 November 2021

Strategi Investasi Reksadana

Upaya untuk menjamin kehidupan di masa yang akan datang nanti bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Menabung adalah salah satu cara paling mudah yang bisa dilakukan oleh setiap orang namun saat ini, membuka rekening di tabungan saja tidaklah cukup.

Melakukan investasi adalah cara yang patut ditempuh untuk bisa mencapai masa depan yang lebih baik.
Ada berbagai model investasi yang bisa dipilih mulai dari investasi dalam bentuk perhiasan, properti atau pun investasi saham. Investasi dalam bentuk saham juga tersedia dalam berbagai pilihan dan salah satu pilihan yang cukup populer saat ini adalah investasi reksadana.

Reksadana sendiri sebuah sistem pengelolaan dana bagi investor yang ingin menanamkan investasi mereka dalam berbagai instrumen investasi yang ada di pasaran.

Sebuah tim yang profesional dan memahami dengan jelas seluk beluk investasi saham akan mengelola uang tersebut. Tipe investasi ini sendiri dianggap sebagai tipe investasi yang sederhana dan cocok untuk mereka yang memiliki keinginan untuk berinvestasi jangka panjang namun tidak memiliki waktu ataupun keahlian untuk melakukan investasi secara langsung di pasar bursa.

Sama seperti model investasi lainnya, ada berbagai strategi yang bisa diterapkan dalam reksadana. Secara umum ada 4 jenis strategi yang dipergunakan dalam investasi reksadana yaitu strategi lump sum, constant share (CS), Dollar cost averaging (DCA), dan yang terakhir adalah value averaging.

Strategi Lump Sum

Strategi ini mengacu pada proses pembelian unit investasi dimana sang investor menginvestasikan seluruh dana mereka di awal periode. Umumnya investor hanya membiarkan saja dana tersebut bergerak naik turun sesuai dengan perkembangan pasar sampai sang investor memutuskan untuk mencairkan atau menjual kembali.

Strategi ini memiliki kelebihan dan kelemahannya tersendiri. Investor yang memilih strategi ini harus jeli untuk melakukan pembelian pada saat harga NAB (nilai aktiva bersih) sedang berada pada titik yang rendah (bottom).

Dengan begini, mereka bisa mendapatkan jumlah unit yang lebih banyak dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, mereka bisa menjual unit yang mereka miliki saat harga NAB sedang berada pada titik yang lebih tinggi daripada saat pembelian, untuk bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Para investor tidak perlu dipusingkan dengan masalah pengalokasian dana untuk pembelian unit karena semuanya sudah dilakukan sejak awal.

Namun, ada titik lemah dari strategi ini. Tidak ada yang bisa memberikan prediksi yang paling tepat mengenai kapan titik terendah dari nilai NAB sebuah unit akan terjadi.

Selain itu, strategi ini pada umumnya memerlukan modal yang cukup besar sehingga akan sedikit menyulitkan bagi para calon investor yang memiliki modal yang pas-pasan.

Strategi Dollar Cost Averaging (DCA)

Strategi ini mengacu pada proses investasi dimana sang investor melakukan investasi secara berkala dalam jumlah yang tetap. Investasi ini bisa dilakukan seminggu sekali, sebulan sekali atau tiga bulan sekali selama periode tertentu.

Contohnya, seorang investor memilih untuk melakukan investasi sebesar Rp 1.000.000,- setiap bulannya, untuk membeli unit selama 3 tahun lamanya. Jumlah uang tersebut bisa dipergunakan untuk membeli unit yang sama dalam jumlah yang berbeda setiap bulannya, tergantung dari harga NAB unit tersebut dipasaran.

Jenis strategi yang satu ini tidak mengacu atau melihat kondisi pasar yang ada. Jadi, sang investor tetap akan berinvestasi terlepas apakah kondisi pasar sedang naik atau turun.

Penggunaan strategi ini cocok diterapkan oleh mereka  yang memiliki modal investasi yang kecil dan ada berbagai kelebihan yang bisa dinikmati dengan penggunaan strategi ini yaitu:

     Sang investor memiliki kesempatan untuk mendapatkan harga rata- rata dari investasi mereka

     Jauh lebih terjangkau bagi investor pemula yang mungkin masih ragu-ragu dengan model investasi reksadana secara keseluruhan dan juga buat mereka yang hanya bisa menyisihkan dana yang terbatas secara berkala

            Risiko yang ada juga tergolong lebih kecil karena pembelian dilakukan secara berkala

     Jauh lebih praktis bagi sang investor, karena mereka bisa mengatur

agar pembelian dilakukan secara otomatis setiap jangka waktu tertentu melalui sistem autodebet atau penarikan uang secara otomatis dari rekening bank sang investor itu sendiri.

Bagi banyak orang, jenis strategi ini cukup menguntungkan namun bagi beberapa investor, keuntungan yang bisa didapatkan tergolong kecil karena mereka hanya bisa mendapatkan harga rata-rata untuk setiap unit yang mereka beli.

Strategi Constant Share (CS)

Berbanding terbalik dengan strategi DCA, strategi CS lebih mengacu bukan pada jumlah uang yang dikeluarkan secara berkala dalam periode tertentu, melainkan pada jumlah unit yang dibeli secara berkala dalam jangka waktu tertentu. Sebagai contoh, seorang investor berencana membeli 100 unit yang sama setiap bulannya, selama 3 tahun lamanya. Jumlah uang yang dikeluarkan akan berbeda setiap bulannya tergantung dari harga NAB di pasaran.

Kelebihan utama dari strategi ini adalah sang investor dapat dengan mudah menghitung jumlah unit yang mereka miliki dalam jangka waktu tertentu.

Namun tentu saja, biaya yang dikeluarkan bisa sangat bervariasi dan bisa jadi jauh lebih besar karena harga NAB sebuah unit bisa turun ataupun naik dengan drastis dalam jangka waktu yang cukup singkat.

Strategi Value Averaging

Strategi ini mengacu pada upaya penambahan nilai investasi yang tetap dan berkala. Strategi ini lebih mengutamakan agar nilai investasi kita bertambah dengan tetap baik dengan menggunakan nilai nominal ataupun persentase.

Langkah awal yang hendak dilakukan investor adalah dengan menetapkan nilai investasi yang harus dimiliki oleh setiap investor secara berkala.

Contohnya sebagai berikut:

            Bila investor menggunakan nilai nominal dan ingin agar nilai investasinya bertambah Rp. 1.000.000,- setiap bulannya, maka yang perlu dilakukan adalah menyetor dana awal sebesar 1 juta rupiah, lalu dibulan kedua mereka perlu menghitung nilai investasi yang sudah ada. Bila nilai investasi sudah mencapai Rp. 1.100.000,- maka mereka tinggal menambah investasi sebesar Rp.900.000,- dan seterusnya.

            Bila menggunakan nilai persentase dan sang investor ingin agar investasinya bertumbuh sebesar 10% setiap bulannya, maka yang bisa dilakukan investor adalah menyetor dana awal sebesar 1 juta rupiah, lalu dibulan kedua mereka harus bisa meningkatkan nilai investasi menjadi Rp.1.000.000,- x 10% menjadi Rp.1.100.000,-. Bila pada bulan kedua nilai investasi mereka mencapai Rp.1050.000,- maka mereka hanya perlu menambah Rp.50.000,- saja untuk bisa memenuhi target, dan begitu seterusnya.

Kombinasi Strategi

Selain dengan menggunakan salah satu strategi diatas, seorang investor juga bisa menggunakan kombinasi dari berbagai strategi tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membeli sejumlah unit pada waktu awal dimana NAB sedang berada pada posisi rendah, kemudian tetap melakukan investasi secara berkala dalam arti membeli unit secara berkala.

Dalam penggunaan strategi ini, sang investor atau manajer investor tersebut perlu jeli untuk melihat harga NAB dipasaran. Bila harga NAB sedang turun, maka sang investore bisa membeli unit dalam jumlah yang lebih besar dan kemudian tetap melanjutkan investasi berkala mereka.

Hasil investasi dengan menggunakan kombinasi strategi ini bisa jauh lebih maksimal bila dibandingkan dengan penggunaan satu strategi saja.

Namun, tentu saja setiap orang memiliki pendapat yang berbeda mengenai jenis strategi yang paling efektif untuk mereka dan sangat disarankan untuk jeli memilih salah satu diantaranya.

Strategi Reksadana Saham

Jenis-jenis strategi yang telah disebutkan sebelumnya bisa diterapkan untuk berbagai jenis reksadana yang ada baik reksadana saham, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap ataupun reksadana pasar uang.

Namun khusus untuk
 reksadana saham, ada beberapa strategi lain yang bisa diterapkan, yang memanfaatkan tingkat fluktuasi naik turunnya harga.

Strategi yang dimaksud disini adalah:

Buy and Exit atau strategi masuk dan keluar atau yang sering juga disebut dengan Swing Trade

Strategi ini mengacu pada pembelian unit saat harga sedang turun atau saat sedang akan bergerak naik, dimana kemudian sang investor harus menjual kembali unit mereka saat harganya sedang berada diatas atau saat harga nampaknya akan mengalami penurunan. Istilah lain untukpenggunaan strategi ini adalah ride the wave atau ikuti pasang surut dari kenaikan harga NAB dari unit yang ada.

Buy and Hold

Strategi ini adalah strategi yang mengacu pada sikap pasif para investor dimana mereka lebih banyak bergantung pada manajer investasi mereka.

Strategi ini banyak dianjurkan oleh para manajer investasi dengan alasan bahwa harga reksadana itu cenderung akan naik dan lebih baik bagi para investor untuk menahan unit yang sudah mereka beli untuk beberapa waktu lamanya hingga harganya benar-benar naik dan akan memberikan keuntungan yang cukup besar saat unit tersebut dijual.

Buy and Switch

Strategi yang satu ini membutuhkan analisa khusus untuk mengamati pergerakan harga.

Pada dasarnya strategi ini mengacu pada pembelian reksadana saham pada saat harga sedang turun atau saat harga mulai bergerak naik dan kemudian menswitchnya atau berpindah ke produk reksadana yang lain seperti Reksadana pendapatan uang atau Reksadana Pendapatan Tetap yang memiliki risiko lebih rendah saat harga NAB akan bergerak turun (atau saat berada dalam posisi yang tinggi).

Setelah itu, sang investor bisa menswitch kembali ke reksadana saham saat harga akan bergerak naik.

Strategi yang satu ini memang nampak sedikit lebih rumit dibandingkan dengan strategi yang lainnya dan pada umumnya, mereka yang mempergunakan strategi ini akan menggunakan tekhnik khusus yang disebut tekhnikal analisis untuk bisa memprediksikan harga yang akan datang, apakah akan naik ataukah turun sebelum mengambil keputusan untuk melakukan switch.

Risiko Reksadana

Sebelum mulai membeli unit reksadana di salah satu penyedia yang ada, ada baiknya para calon investor mengenali berbagai risiko yang harus mereka tanggung sewaktu-waktu. Pengetahuan mengenai risiko ini bisa dijadikan pertimbangan untuk bisa memilih jenis reksadana yang tepat dan juga memilih jenis strategi yang tepat.

Beberapa risiko yang umum dihadapi oleh para investor reksadana adalah:

            Tidak adanya jaminan keuntungan yang pasti. Reksadana tidak menjamin adanya kenaikan modal, pembagian hasil ataupun keuntungan. Para investor perlu jeli mengenai waktu pembelian dan penjualan unit mereka untuk bisa mendapatkan keuntungan yang mereka inginkan.

            Risiko dari perubahan yang terjadi di pasar saham baik karena adanya kebijakan internal pemerintah atau bisa saja adanya gangguan eksternal misalnya saja bencana alam. Pasar saham merupakan pasar yang dipengaruhi oleh berbagai aspek baik dari dalam maupun luar negeri dan perubahan ini bisa berpengaruh baik ataupun buruk terhadapa harga pasar dan tentu saja harga unit reksadana itu sendiri.

     Risiko yang datang dari pengelola investasi atau manajer investasi.
Bila sang manajer melakukan kebijakan yang keliru, maka hal ini bisa berdampak pada sang investor itu sendiri.

            Kemungkinan terjadinya inflasi yang pastinya akan menyebabkan kerugian pada sang investor karena inflasi berarti terjadinya kenaikan harga konsumsi dan nilai reksadana mereka menjadi menurun, tidak seperti apa yang mereka bayangkan sebelumnya.

Namun sekali lagi perlu ditekankan bahwa nilai keuntungan dari reksadana itu sendiri jauh lebih besar, seiring dengan meningkatnya risiko yang ada. Secara umum bisa dikatakan bahwa reksadana adalah jenis investasi yang cukup aman dilakukan dan bisa memberi keuntungan yang lebih besar bila dibandingkan dengan pembukaan rekening tabungan ataupun pembukaan deposito.

Poin Penting dalam Pemilihan Reksadana

Ada beberapa poin penting yang perlu diingat oleh para calon investor mengenai reksadana, untuk membantu mereka agar lebih bijak dalam melakukan investasi, yaitu:

            Ada beberapa jenis reksadana yang bisa dipilih mulai dari reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham, dimana reksadana pasar uang memiliki risiko paling rendah dan reksadana saham memiliki risiko paling tinggi. Ingatlah bahwa semakin tinggi risikonya, maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang bisa diraup.

            Pilihlah manajemen investasi yang terpercaya, yang bisa mengelola uang investasi tersebut dengan cermat dan sebaik-baiknya, serta mampu memberikan informasi yang sebenar-benarnya.

            Ada berbagai jenis biaya yang perlu dibayar oleh seorang investor untuk produk investasi reksadana yang berbeda. Cari tahu terlebih dahulu mengenai biaya-biaya ini sebelum melakukan investasi untuk bisa memastikan bahwa sang investor akan bisa mengetahuijumlah keuntungan bersih yang bisa mereka dapatkan tanpa adanya potongan lagi.

            Bisnis reksadana adalah sebuah bisnis profesional dan tidak menjanjikan jumlah keuntungan yang pasti. Penyedia reksadana yang menjanjikan imbal hasil yang terlalu tinggi yang pastinya akan dinikmati oleh sang investor justru perlu dicurigai. Ingatlah bahwa selalu ada risiko untuk setiap bentuk investasi termasuk juga reksadana.

            Untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal dari bentuk investasi ini, sangat dianjurkan untuk melakukan investasi reksadana paling tidak selama 3 tahun lamanya (tergantung dari strategi yang dipergunakan). Untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu pendek, misalnya selama satu tahun, sang investor bisa memilih jenis investasi yang lainnya misalnya saja deposito.

Investasi reksadana adalah salah satu jenis investasi yang cukup mudah untuk dipahami dan bisa diikuti oleh hampir semua orang saat ini. Dengan memilih jenis reksadana yang tepat dan juga dengan menjalankan strategi yang tepat, para investor bisa mendapatkan keuntungan yang sepadan dengan risikonya.

Satu hal lagi yang perlu diingat oleh para investor adalah untuk tidak meletakkan semua uang mereka dalam satu bentuk investasi yang sama, melainkan menyebarnya dalam berbagai bentuk investasi yang lain misalnya saja investasi properti, investasi tanah atau investasi emas, untuk memperkecil risiko kerugian yang bisa saja menimpa pada salah satu bentuk investasi.

Dasar-dasar Perencanaan Keuangan Pribadi

Berbicara mengenai perencanaan keuangan pribadi berarti kita berbicara mengenai banyak aspek yang berkaitan dengan pengelolaan uang. Namun bila dilihat secara umum, ada beberapa poin yang menjadi inti dari topik ini, dimana masing-masing poin memiliki peran masing-masing dan

mereka saling bekerjasama dalam membuat sebuah perencanaan yang baik. Poin-poin tersebut adalah:

Perencanaan Budget

Perencanaan budget adalah aspek paling sederhana dan paling dasar dalam kehidupan finansial seseorang. Perencanaan budget ini dimulai dengan mengetahui posisi finansial dari sang individu dengan cara melihat total pemasukan yang diterima setiap jangka waktu tertentu, yang bisa berasal dari berbagai sumber.

Setelah itu, berdasarkan jumlah pemasukan yang ada, sang individu perlu membuat rencana pengeluaran setiap bulannya. Setelah membuat rencana, diharapkan sang individu mengikuti rencana tersebut dengan se- efektif dan se-efisien mungkin. Hal ini untuk memastikan bahwa jumlah pemasukan yang ada seimbang atau jauh lebih besar dari jumlah pengeluaran.

Perencanaan budget itu sendiri bisa dilakukan dalam dua cara yaitu:

     Perencanaan budget jangka pendek

Perencanaan budget jangka pendek ini mengacu pada jenis perencanaan dalam jangka waktu yang singkat, pada umumnya setiap bulan. Setiap bulannya, setiap orang memiliki jenis pengeluaran tetap yang bisa diperkirakan jumlahnya misalnya saja pengeluaran untuk pembayaran tagihan listrik, pembayaran pulsa dan lain-lain.

     Perencanaan budget jangka panjang

Berbeda halnya dengan perencanaan dalam jangka pendek, perencanaan budget untuk jangka panjang meliputi perencanaan dalam jangka waktu yang lama misalnya saja satu tahun. Hal ini akan sangat membantu seseorang untuk melihat gambaran secara umum.

Selain itu, perencanaan dalam jangka waktu panjang diperlukan untuk membayar jenis pengeluaran yang mungkin hanya dibayarkan dalam jangka waktu tertentu saja misalnya pajak kendaraan bermotor atau mungkin biaya sewa rumah.

Tidak berhenti dengan melakukan perencanaan semata, setiap individu juga diharapkan untuk menuliskan transaksi pengeluaran yang terjadi setiap waktu. Pencatatan ini akan sangat diperlukan dalam proses evaluasi nantinya.

Penyimpanan Uang

Dalam masa saat ini, tabungan adalah salah satu aspek penting yang perlu dimiliki setiap orang. Ada berbagai macam cara untuk menyisihkan uang untuk ditabung dan setiap orang memiliki cara mereka masing-masing.

Salah satu cara yang paling dianjurkan oleh banyak pakar keuangan adalah dengan cara memasukkan tabungan dalam perencanaan budget bulanan dan tidak menabung berdasarkan jumlah uang yang tersisa setiap bulannya.

Tujuan utama dari penyimpanan uang ini adalah untuk mencapai tujuan finansial yang lain, yang pada umumnya akan memakan biaya yang cukup besar misalnya membeli mobil, membeli rumah, untuk biaya pendidikan, biaya hidup di hari tua nanti dan juga untuk keperluan darurat yang  bisa terjadi kapanpun juga.

Perencanaan Perlindungan Diri dalam bentuk Asuransi

Salah satu poin penting dalam hal perencanaan keuangan pribadi adalah perencanaan perlindungan diri dalam bentuk asuransi. Asuransi adalah salah satu cara melindungi kondisi finansial seseorang dari berbagai bentuk pengeluaran terutama dalam jumlah besar yang terjadi saat musibah menimpa.

Bentuk asuransi ini juga saat bermacam-macam mulai dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi mobil, asuransi properti dan masih banyak lagi.

Setiap orang bisa memilih jenis asuransi yang paling sesuai dengan kondisi dan situasi mereka masing-masing. Pemilihan asuransi yang tepat bisa menghindarkan seseorang dari bencana finansial di masa yang akan datang.

Selain itu, memiliki asuransi juga bisa mendatangkan keuntungan lebih di masa yang akan datang, misalnya saja saat sang individu sudah mulai berkeluarga. Uang dari asuransi ini bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk keperluan pribadi namun juga keperluan anggota keluarga yang lain tanpa harus memberatkan pihak lain.

Investasi

Investasi merupakan salah satu poin penting dalam perencanaan keuangan pribadi yang perlu ditangani dengan cermat dan tepat.

Pada dasarnya, investasi adalah cara seseorang untuk meletakkan uang

mereka di tempat yang tepat, sehingga uang tersebut akan bekerja untuk mereka.

Bentuk investasi itu sendiri ada berbagai macam mulai dari bentuk investasi yang aman yaitu dengan menyimpan uang di bank, hingga investasi yang memiliki risiko mulai dari risiko yang kecil hingga risiko yang besar.

Bentuk investasi yang aman dengan menyimpan tabungan di bank juga tersedia dalam berbagai pilihan mulai dari bentuk tabungan standar dengan bunga yang terbatas hingga bentuk tabungan seperti deposito yang memiliki tawaran bunga yang lebih besar.

Semakin besar risiko yang dimiliki oleh sebuah bentuk investasi, maka

pada umumnya semakin besar pula keuntungan yang bisa diraih oleh sang investor. Bentuk investasi berisiko ini bisa berupa:

     Investasi dalam bentuk properti baik tanah ataupun rumah

     Investasi dalam bentuk saham

     Investasi reksadana

            Investasi dalam bentuk perhiasan atau benda berharga lainnya yang saat ini sedang menjadi trend tersendiri di pasaran

            Investasi dalam bentuk hewan peliharaan yang memiliki nilai jual yang tinggi

     Serta berbagai bentuk investasi lainnya

Perencanaan Kredit

Perencanaan kredit yang dimaksud disini adalah perencanaan bukan hanya mengenai penggunaan kartu kredit untuk berbelanja namun juga perencanaan dalam mengambil kredit atau hutang.

Penggunaan katu kredit untuk berbelanja memang menjadi hal yang semakin umum namun bukan berarti setiap orang bisa mempergunakannya.

Prinsip penggunaan kartu kredit ini sama dengan berhutang dahulu kemudian membayar kemudian, biasanya pada akhir bulan. Penggunaan kartu kredit perlu dipikirkan baik-baik agar tidak menjadi beban finansial seseorang.

Jangan sampai, sang pengguna tidak membatasi jumlah belanja dengan menggunakan kartu kredit yang akan membuat mereka merasa berat untuk membayarnya saat jatuh tempo. Prinsip paling mudah untuk

mengurangi beban finansial untuk membayar tagihan kartu kredit yang jatuh tempo di akhir bulan adalah dengan tidak memilikinya sama sekali ataupun membatasi jumlah kartu kredit yang ada.

Pengambilan kredit atau hutang juga sering kita temukan dalam bentuk yang lain, yaitu pinjaman. Pada umumnya kita melakukan pinjaman untuk hal-hal yang sangat penting misalnya untuk membeli rumah, membeli mobil atau untuk biaya pendidikan.

Tidak ada salahnya untuk mengambil jenis pinjaman seperti ini, namun perlu dilakukan perhitungan yang matang sebelumnya, karena jenis pinjaman seperti ini biasanya memiliki jangka waktu yang lebih panjang hingga bertahun-tahun lamanya.

Sangat dianjurkan untuk mengambil kredit untuk hal-hal yang penting dan bukan untuk hal-hal yang bisa ditunda pemenuhannya atau mungkin hal- hal yang tidak menjadi prioritas. Kredit untuk mobil ataupun tempat tinggal bisa dilihat bukan sebagai bentuk pinjaman yang memberatkan namun sebagai bentuk investasi untuk masa depan dan hari tua nanti.

Perencanaan Hari Tua

Saat ini tidak semua perusahaan menawarkan rencana pensiun kepada para karyawannya. Hal ini seharusnya menjadi perhatian setiap orang. Masa depan yang akan datang memang tidak pasti namun tidak ada salahnya untuk merencanakan mulai dari sekarang. Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mencapai tujuan ini misalnya saja dengan:

            Membuat sebuah tabungan biasa yang khusus diperuntukkan untuk hari tua

            Mengikuti asuransi pensiun, yang akan menjamin kehidupan finansial seseorang dimasa mereka sudah tidak lagi aktif bekerja

     Membuka rekening tabungan khusus yang memang ditujukan untuk

perencanaan hari tua. Saat ini, lembaga keuangan seperti bank memiliki banyak sekali jenis tabungan yang masing-masing memiliki tujuan khusus dan salah satunya adalah tabungan hari tua. Pada umumnya jenis tabungan seperti ini memiliki kelebihan tersendiri bila dibandingkan dengan tabungan biasa misalnya saja penawaran bunga yang berbeda atau bisa juga adanya penambahan bonus- bonus tertentu.

Pengelolaan Pajak

Banyak orang yang tidak atau kurang menyadari bahwa cara mereka mengelola pembayaran pajak juga bisa mempengaruhi keseimbangan kondisi keuangan mereka. Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis pajak yang perlu dibayar, tergantung dari situasi, kondisi dan juga jenis pekerjaan setiap orang. Jenis pajak yang sangat umum ditemukan adalah:

     Pajak bumi dan bangunan

     Pajak kendaraan bermotor

     Pajak penghasilan

     Serta jenis pajak lainnya

Masing-masing pajak memiliki jatuh tempo yang berbeda-beda pula. Misalnya saja pajak bumi dan bangunan serta pajak kendaraan bermotor yang harus dibayarkan setiap tahunnya sementara pajak penghasilan yang perlu dibayar setiap bulannya. Hal ini harus direncanakan sejak dini dan perlu dimasukkan dalam perencanaan budget terutama budget jangka panjang.

Evaluasi

Banyak orang yang melakukan perencanaan budget dan berbagai aspek penting dari perencanaan keuangan pribadi mereka dengan baik namun tidak melakukan evaluasi dari waktu ke waktu.

Melakukan evaluasi ini tidak kalah pentingnya dengan aspek-aspek lain yang sudah disebutkan sebelumnya. Evaluasi yang dimaksud disini adalah dengan melihat kembali catatan keuangan mereka setiap jangka waktu tertentu misalnya setiap tiga bulan sekali, enam bulan sekali atau satu tahun sekali.

Ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan dengan melakukan evaluasi seperti ini yaitu:

            Mengetahui ketimpangan yang terjadi antara perencanaan pengeluaran dengan pelaksanaan yang sesungguhnya. Bila memang jumlah pengeluaran jauh lebih besar daripada perencanaan maka bisa dilihat dimana kebocoran yang terjadi dan tindakan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki hal tersebut

            Melihat jenis-jenis pengeluaran yang bisa ditekan jumlahnya atau bisa jadi jenis pengeluaran tersebut bisa ditiadakan untuk memperbesar jumlah sisa uang diakhir periode. Misalnya saja, sang individu memiliki kebiasan makan diluar setiap minggunya, yang tentunya menghabiskan dana yang tidak sedikit. Pengeluaran seperti ini bisa ditekan dengan cara memilih tempat makan yang ada atau bisa juga dengan mengurangi frekuensi makan diluar.

            Memperbaharui daftar pemasukan serta pengeluaran yang bisa berubah sewaktu-waktu misalnya saja saat sang individu telah selesai membayar kredit mobil atau saat mereka mendaftarkan diri pada sebuah asuransi yang mengharuskan mereka membayar premi dengan jumlah tertentu setiap periodenya.

            Sang individu bisa membuat perencanaan budget yang baru yang akan jauh lebih menguntungkan mereka dalam jangka waktu panjang.

Ingat bahwa evaluasi ini perlu dilakukan setiap jangka waktu tertentu. Luangkan waktu misalnya di akhir pekan untuk melakukan evaluasi seperti ini.

Kunci Paling Penting dalam Perencanaan Finansial

Terlepas dari semua aspek perencanaan finansial pribadi seperti yang

telah disebutkan diatas, ada satu kunci penting yang pasti akan ditemukan dalam setiap materi atau artikel finansial yang ada saat ini. Kata kuncinya adalah mengurangi pengeluaran dan mendapatkan lebih banyak pemasukan.

Seorang individu bisa berkonsentrasi pada salah satu hal saja (baik mengurangi pengeluaran atau berusaha untuk mendapatkan lebih banyak pemasukan), atau bisa juga berfokus pada kedua hal tersebut. Bila mereka berhasil melakukannya, maka akan semakin banyak sisa uang yang mereka miliki dan hal ini bisa menjadi salah satu tiket mereka menuju kebebasan finansial.

Untuk bisa mencapai salah satu atau kedua tujuan tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh setiap orang misalnya saja:

            Menambah pengetahuan dalam bidang yang disukai. Sang individu bisa melakukannya baik dengan mengambil kursus ataupun dengan mengikuti pelatihan atau belajar secara otodidak dengan membaca buku yang berkaitan dengan hal tersebut.

Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki, maka semakin besar pula kesempatan orang tersebut untuk menjadi orang yang lebih baik, yang pastinya bisa mendapatkan kesempatan kerja serta penghasilan yang lebih besar

            Memulai bisnis sampingan. Salah satu cara paling baik untuk memulai bisnis sampingan adalah dengan melakukan sesuatu yang menjadi hobi atau kesukaan seorang individu. Dengan terus menerus belajar dan menekuni hobi, tersebut serta menjadikannya sebagai bisnis sampingan, maka jumlah pemasukan yang ada akan semakin bertambah.

Peluang bisnis sampingan ini juga bisa didapatkan dari berbagai tempat dan setiap orang perlu jeli untuk bisa melihat peluang tersebut. Peluang bisnis sampingan ini bisa saja berupa menyewakan tanah kepada petani, membuka usaha pembuatan makanan, atau buat mereka yang suka menulis bisa juga menulis

sebuah artikel pendek untuk diterbitkan dan mendapatkan bayaran.

Ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh setiap orang diluar sana, tinggal bagaimana cara mereka melihatnya.

            Memperluas jaringan dan menjaga hubungan baik dengan setiap orang. Kesempatan bisa datang kapan saja dan melalui siapa saja. Jaringan yang luas dan hubungan yang baik akan lebih mendekatkan seseorang dengan kemungkinan untuk bisa menambah jumlah pemasukan yang ada.

            Hidup hemat. Hidup hemat adalah salah satu gaya hidup yang bisa membantu setiap orang untuk memperkecil jumlah pengeluaran mereka.

Ada berbagai cara untuk bisa hidup hemat misalnya saja dengan memilih untuk memasak sendiri daripada harus makan di luar, mengurangi kebiasaan yang tidak perlu misalnya saja jajan, serta selalu bertanya kepada diri sendiri apakah barang yang akan dibeli adalah barang yang benar-benar mereka butuhkan atau hanyalah sekedar untuk memenuhi keinginan semata. Melakukan beberapa trik sederhana tersebut akan sangat membantu seseorang untuk bisa hidup hemat tanpa harus mengorbankan kualitas hidup mereka yang sesungguhnya.

Perencanaan keuangan pribadi tidaklah sesulit dan serumit apa yang dibayangkan oleh setiap orang. Sebagai langkah awal, seorang individu bisa memulainnya dari langkah yang paling sederhana yaitu dengan membuat perencanaan budget. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka bisa mulai melibatkan berbagai aspek lainnya misalnya saja berinvestasi dan juga membeli asuransi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pelajaran mengenai perencanaan keuangan pribadi ini bisa dimulai sejak dini, semenjak seorang anak memahami mengenai uang. Hal ini akan mengajarkan mereka tentang pentingnya perencanaan sejak dini serta bagaimana cara mengaturnya. Setiap individu juga bisa memanfaatkan berbagai panduan finansial yang dapat didapatkan dengan mudah di pasaran, baik dalam bentuk buku ataupun artikel, yang akan sangat membantu mereka untuk mengatur kondisi keuangan mereka untuk kebaikan mereka sendiri kini dan masa yang akan datang nanti.

Kamis, 01 Oktober 2020

Iftitah

 Salam!


Saya buat blog ini dengan harapan semoga dapat menjadi sebagai sarana melatih keterampilan menulis, berbagi informasi, berbagi ilmu tentang hukum, mempererat tali silaturahmi ataupun sebagai alternatif berkomunikasi dengan sesama.

A. M. Nasution

Strategi Investasi Reksadana

Upaya untuk menjamin kehidupan di masa yang akan datang nanti bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Menabung adalah salah satu cara pal...